Kenapa Kita Harus Sabar?
Manusia pasti nggak ada yang luput dari masalah. Teman yang kita lihat hidupnya mulus mulus aja, crazy rich, orang yang terlahir good looking, pak ustadz dan berbagai jenis orang yang kita kira hidupnya tentram damai aman sentosa, mereka juga punya masalah hidupnya masing masing.
Lalu kayak udah jadi common advice yang kita dengar dimana mana, kalau kita ada masalah harus apa? Ya sabar kan ya. Apapun level masalahnya mau itu easy, medium, hard, expert cara menghadapinya tetap sharus sabar.
"SABAR SABAR!!! SELAK MODYARR!!!” Kata salah seorang yang sudah nggak kuat lagi menahan beban hidup ini.
Sebenarnya kenapa sih manusia mudah banget marah marah kalau ada masalah, menyalahkan sekitar, baku hantam, nge-hate sana sini, cangkeme loss… kenapa ya?
Awal bulan tahun 2020 sebelum Corona melanda negeri Indonesia ini, Kota Depok aka -kota yang duluan positif corona- mengadakan seminar pranikah gratis yang sekarang belum ada batchnya lagi mungkin karena corona yang tak kujung usai (yang nungguin batch selanjutnya bisa kepoin instagram DPAPMK Kota Depok) dan aku salah satu alumninya. Salah seorang pembicaranya seorang psikolog bernama bu Ayu punya materi menarik.
Jadi topik yang dibawakan beliau ini mengenai bagaimana membentuk kematangan calon orang tua jauh sebelum pernikahan kedua orang tua ini, ya target pesertanya memang dari kalangan jomblo semua, tujuan acaranya ini untuk mengurangi angka perceraian di kota depok yang tinggi.
Back to materi bu Ayu, Jadi bu Ayu ini menyampaikan bahwa kita manusia ini punya dua jenis otak yang aktif bila salah satunya pasif dan sebaliknya, macam saklar lampu. Kedua bagian otak ini diantaranya prefrontal korteks dan otak reptil.
Source : https//siimland.com
Jadi berdasarkan gambar tersebut kita bahas yang prefrontal korteks dan otak reptil aja ya. Otak reptil adalah otak yang duluan berkembang saat pembentukan otak. Semua hewan juga punya otak reptil, fungsinya adalah menciptakan insting. Otak ini juga yang duluan aktif kalau ada masalah, cara kerjanya tuh macam insting mempertahankan hidup. ya pokoknya kalau gue kuat gue serang kalau gue lemah gue kabur, tidak ada akhlak bukan? Siapa nih yang kayak gini?
Prefrontal korteks atau neokorteks ini yang merupakan keistimewaan kita sebagai umat manusia, kenapa? Karena otak ini bissa membedakan yang baik dan buruk. Dia ini ranah rasional kita. Jadi dialah yang mengolah masalah menjadi solusi solusi.
Jadi tau kan ya, kenapa orang mudah banget bereaksi saat ada berita yang click bait, kenapa ada orang yang menyelesaikan masalah dengan marah marah dan lempar lempar barang. Kita hanya perlu menonaktifkan otak reptil kita terlebih dahulu dan beralih menggunakan prefrontal korteks kita yang istimewa ini. Caranya adalah dengan bersabar terlebih dahulu. Jadi sabar bukan perkara diam nggak ngapa ngapain ya. Sabar itu cara kita mengaktifkan akal kita dengan mengesampingkan keinginan kita untuk menyerang. Jadi outputnya adalah solusi, bukan piring melayang, iso ambyar kabeh leh ngono terus ta ya.
Otak reptil punya fungsi namun tidak digunakan untuk semua kondisi, dan kebanyakan masalah harus diselesaikan menggunakan akal, dimana semakin dewasa semakin kompleks masalah kita dan kita harus semakin profesional dalam mengadapi masalah tersebut.
so yeah, that’s it. Sabar adalah koentci sob. Menang atau kalah nggak penting ya nggak? Ya terpenting masalah selesai dengan baik dan benar, karena dibelakang masih banyak masalah lainnya ngantri minta dikelarin juga.
Thank you for reading, hope you enjoy it and see you next!
Lalu kayak udah jadi common advice yang kita dengar dimana mana, kalau kita ada masalah harus apa? Ya sabar kan ya. Apapun level masalahnya mau itu easy, medium, hard, expert cara menghadapinya tetap sharus sabar.
"SABAR SABAR!!! SELAK MODYARR!!!” Kata salah seorang yang sudah nggak kuat lagi menahan beban hidup ini.
Sebenarnya kenapa sih manusia mudah banget marah marah kalau ada masalah, menyalahkan sekitar, baku hantam, nge-hate sana sini, cangkeme loss… kenapa ya?
Awal bulan tahun 2020 sebelum Corona melanda negeri Indonesia ini, Kota Depok aka -kota yang duluan positif corona- mengadakan seminar pranikah gratis yang sekarang belum ada batchnya lagi mungkin karena corona yang tak kujung usai (yang nungguin batch selanjutnya bisa kepoin instagram DPAPMK Kota Depok) dan aku salah satu alumninya. Salah seorang pembicaranya seorang psikolog bernama bu Ayu punya materi menarik.
Jadi topik yang dibawakan beliau ini mengenai bagaimana membentuk kematangan calon orang tua jauh sebelum pernikahan kedua orang tua ini, ya target pesertanya memang dari kalangan jomblo semua, tujuan acaranya ini untuk mengurangi angka perceraian di kota depok yang tinggi.
Back to materi bu Ayu, Jadi bu Ayu ini menyampaikan bahwa kita manusia ini punya dua jenis otak yang aktif bila salah satunya pasif dan sebaliknya, macam saklar lampu. Kedua bagian otak ini diantaranya prefrontal korteks dan otak reptil.
Source : https//siimland.com
Jadi berdasarkan gambar tersebut kita bahas yang prefrontal korteks dan otak reptil aja ya. Otak reptil adalah otak yang duluan berkembang saat pembentukan otak. Semua hewan juga punya otak reptil, fungsinya adalah menciptakan insting. Otak ini juga yang duluan aktif kalau ada masalah, cara kerjanya tuh macam insting mempertahankan hidup. ya pokoknya kalau gue kuat gue serang kalau gue lemah gue kabur, tidak ada akhlak bukan? Siapa nih yang kayak gini?
Prefrontal korteks atau neokorteks ini yang merupakan keistimewaan kita sebagai umat manusia, kenapa? Karena otak ini bissa membedakan yang baik dan buruk. Dia ini ranah rasional kita. Jadi dialah yang mengolah masalah menjadi solusi solusi.
Jadi tau kan ya, kenapa orang mudah banget bereaksi saat ada berita yang click bait, kenapa ada orang yang menyelesaikan masalah dengan marah marah dan lempar lempar barang. Kita hanya perlu menonaktifkan otak reptil kita terlebih dahulu dan beralih menggunakan prefrontal korteks kita yang istimewa ini. Caranya adalah dengan bersabar terlebih dahulu. Jadi sabar bukan perkara diam nggak ngapa ngapain ya. Sabar itu cara kita mengaktifkan akal kita dengan mengesampingkan keinginan kita untuk menyerang. Jadi outputnya adalah solusi, bukan piring melayang, iso ambyar kabeh leh ngono terus ta ya.
Otak reptil punya fungsi namun tidak digunakan untuk semua kondisi, dan kebanyakan masalah harus diselesaikan menggunakan akal, dimana semakin dewasa semakin kompleks masalah kita dan kita harus semakin profesional dalam mengadapi masalah tersebut.
so yeah, that’s it. Sabar adalah koentci sob. Menang atau kalah nggak penting ya nggak? Ya terpenting masalah selesai dengan baik dan benar, karena dibelakang masih banyak masalah lainnya ngantri minta dikelarin juga.
Thank you for reading, hope you enjoy it and see you next!

Comments
Post a Comment